Hari nanti, jika aku bisa terlepas
dari beban untuk meraih satu gelar, aku ingin sekali kembali kesana, Jawa
Tengah dan Jogjakarta. Entah, aku begitu menginginkan bisa datang kembali kesana bukan bersama
segerombolan teman atau bersama seseorang, aku ingin sendiri.
Mungkin butuh beberapa hari untuk
mencari duniaku yang baru, ya baru. Aku ingin menaiki kereta malam sendiri.
Menikmati perjalanan sendiri. Mencari ketenangan sendiri. Meninggalkan semuanya
untuk sendiri. Bukan karena aku seorang egois yang tak pernah membutuhkan
seseorang lain, tetapi satu waktu aku perlu menikmati sisa-sisa hidupku yang
entah kapan akan berakhir itu sendiri. Saat mati pun akan sendiri.
Banyak kota-kota yang ingin aku
singgahi, sudah aku bayangkan bagaimana betapa sulitnya berpergian sendiri,
bagaimana menghadapi rasa takut sendiri dan bagaimana mengatasi rasa sakit
sendiri. Jujur saja, fisikku lemah mentalku kuat. Memang berlebihan, hatiku tak
boleh sakit karena fisikku yang akan menanggung bebannya. Mentalku? Jangan bertanya
lagi, aku sudah tahan mental sejak taman kanak-kanak, di saat semua anak
diantar ayah bunda mereka saat acara piknik, aku tidak. Aku sendiri. Tidak
pernah takut akan bahaya apapun, entah diculik orang asing atau terserempet
saat menyebrang, aku tak pernah takut. Payahnya, aku hanya takut pada makhluk
halus. Itu saja.
Semua yang aku raih selama hidup
di duniaku yang dulu, tidak akan aku tinggalkan. Aku hanya akan memindahkannya
ke suatu tempat, bersama hidupku yang baru. Jika setelah aku mengitari Jawa
Tengah dan Jogjakarta, mungkin aku akan menetap di salah satu daerah di kota
tersebut. Aku tidak ingin hidup dengan kekayaan berlimpah hingga duniaku
mencapai langit, aku hanya ingin mencari duniaku yang baru dengan kebahagiaan
yang baru.
Apakah kamu pernah merasa bosan
hidup di dunia? Solusinya tentu bukan mati. Mati dengan mencabut nyawa diri
sendiri itu hanya berlaku untuk seorang pecundang. Aku memang merasa bosan
hidup di duniaku yang lama ini, dunia yang menjemukan. Duniaku yang baru sudah
memanggilku. Duniaku yang sesungguhnya tengah menungguku dalam penantian
panjang. Tunggulah, sebentar lagi aku datang untukmu, sendiri.
2 April 2013
22:33
No comments:
Post a Comment