Suatu
sore di ujung senja, cuaca mulai menunjukkan ketidakbersahabatannya lagi
denganku tapi entah bagi orang-orang di luar sana yang menginginkan turunnya
air langit. Seperti biasa, aku menikmati me
time ke-ratusan kalinya dengan menyenangkan. Duduk sendiri di pojokan
sebuah café atau di restoran cepat saji dengan menggunakan kaos hitam belel dan
rok panjang batik bernuansa ungu hijau sambil menyantap segelas kopi, coklat,
susu atau minuman lainnya. Tidak dalam rangka apapun, hanya bosan berada di
rumah juga mencari suasana tenang untuk merampungkan laporan yang harus segera
tutup buku.
Berada
di lantai dua dan mata melihat keseluruh jalanan yang bising juga berdebu
sendirian. Bagiku, me time selalu
menyenangkan kapan pun dan dimana pun. Mungkin diri ini sedang tidak ingin
berinteraksi dengan siapa pun. Apakah orang-orang di luar sana pernah ataukah
sering melakukan hal yang sama denganku atau bahkan menganggap me time sebagai hal konyol bagi keledai?
Tak perlu peduli dengan apapun yang orang lain katakan. Jalani hidup sendiri
pun belum tentu akan terlihat benar dan baik, apalagi jika masih sering mengurusi
kehidupan orang lain. Hanya buang-buang waktu. Waktuku akan lebih berharga untuk
memahami kehidupanku sendiri daripada menanggapi omong kosong mereka yang merasa
hebat padahal hanya angka nol besar.
Me
time bukan hanya duduk sendirian di sudut café atau sekedar melahap makan siang
sendirian tetapi bagiku ada 1 hal yang bisa aku pikirkan untuk menemukan jawaban
sebelum pertanyaan itu datang. Beberapa pertanyaan memang belum ada di hadapan tetapi
aku sudah bisa memperkirakan jawaban-jawaban itu. Semacam mencuri finish sebelum
menginjak start.
15 April 2013
16:32
No comments:
Post a Comment