Saturday, April 27, 2013

Searching for a Sincerity


Sincerity. Ketulusan. Benda bernama ketulusan bukan sembarang benda. Bagiku itu benda yang sangat harganya melebihi harga benda pusaka sekalipun. Tak ada yang namanya pamrih. Memberi tanpa harus menerima. Meski terdengar lemah dan bodoh, biarlah. Aku memang sedang mencari ketulusan. Hingga kini belum aku temukan. Jikapun pernah ada, itu ketulusan palsu. It’s a fake sincerity. Untukku hal tersebut termasuk ke dalam golongan tindakan kriminal kejiwaan. Juga perasaan.
Dunia ini memang sudah sinting. Manusia-manusia sudah edan. Bukan hanya hidung, mata, payudara dan kelamin yang dipalsukan bahkan manusia tega memalsukan jiwanya sendiri. Mungkin hatinya terbuat dari betonan gagal, dengan batu bata rapuh juga semen kualitas rendahan.
Bukan hanya berbicara soal permasalah cinta. Ketulusan memang sangat akrab dengan cinta. Persahabatan juga perlu ketulusan. Menjalani kehidupan juga harus bersama ketulusan juga ditemani keikhlasan. Sayangnya, otak manusia kini sudah dipenuhi dengan hijaunya lembaran-lembaran uang yang baunya tidak sedap. Hidupnya berloma-lomba untuk mencapai langit melebihi antariksa. Sombong sekali.
Apa gunanya uang jika kamu ada diambang kematian? Apakah menurutmu uang bisa mengembalikan nyawa yang telah mati? Uang hanya mematikan nyawa yang jiwanya sudah mati. Pamrih. Uang memang bisa menguasai apapun di dunia fana ini kecuali ketulusan.
Sudahlah. Aku hanya kesal. Mengapa yang dipikirkan manusia di dunia hanya uang, uang, uang, uang dan uang. Aku pun sempat kesal mengapa ketulusanku tak pernah berbayar kembali ketulusan. Ternyata aku masih jadi bagian manusia edan. Aku mengharapkan ketulusan yang aku berikan akan berbalik, kembali, timbal balik atau feed back. Aku pamrih. Dulu aku pamrih. Maunyaku ketulusan yang aku berikan kepada siapapun akan bisa berbalik pada diri sendiri. Ternyata memang tidak. Manusia tidak sama. Tidak akan pernah ada yang sama.
Dimanapun aku mencari ketulusan, mungkin Tuhan akan memberikannya ketika aku sudah tidak mencarinya lagi. Baiklah, aku tidak akan mencarinya lagi. Akan aku biarkan Tuhan mengirimkan seseorang yang membawa ketulusan padaku yang sudah lelah mencari. Just stay for sincerity comin’ up not searching it.

27 April 2013
00:17

No comments:

Post a Comment