Asap-asap
mulai mengepul lagi, tidak terbawa angin dan hanya berdiam pada kepalaku yang
entah isinya bersembunyi atau bahkan hilang. Rambutku pun seperti biasa, kusam
dan tak tersisir. Mata tertuju pada televisi. Telinga juga. Namun entah isi
kepalaku berlari kemana. Berlari-lari di pikiran seorang yang absurd.
Tak
lagi aku melanjutkan batang kedua. Paru-paruku membekap mulutku. Ia tak bisa
nafas katanya. Baiklah, aku lanjutkan lagi mencari isi pikiranku yang pergi
entah kemana. Mata terpejam sebentar. Serpihan pikiranku ada yang kembali,
bayangan mengenai dua tahun kemarin. Bayangan seorang teman yang hilang. Bukan
hilang karena meninggalkan dunia. Ia hanya terlalu sibuk dengan urusannya yang
dangkal, urusan cinta. Kekasihnya cemburu berat padaku.
Pejaman
mata kedua kalinya, terbayang masa-masa sekolah dulu. Dimana pikiranku masih
bersih belum terkontaminasi, hati ku juga. Rasanya ingin juga kembali ke
masa-masa itu. Tidak seperti sekarang, ibaratnya kini terlalu banyak minum kopi
hitam dibandingkan ice chocolate. Setidaknya ice chocolate itu meski pahit tapi
tetap enak diminum.
Untuk
pejaman ketiga, yang aku temukan hari kemarin. Dimana aku bertemu bertemu dengan
seseorang lain. Aku bisa membaca jelas apa yang ada di dalam pikirannya meski ia
tidak berkata. Jelas dan nyata. Aku hanya bisa terbangun dari pejaman ketiga dengan
senyum simpul seakan semua akan kembali baik-baik saja.
10 April 2013
21:55
No comments:
Post a Comment