Seharusnya aku sudah bisa melihat,
aku bisa mendengar dan aku bisa mengerti. Aku ternyata masih buta, tuli dan
bodoh. Sejak awalpun harusnya aku bisa lebih pintar menghindari apa yang ada di
depan mata, bukan meraba, merasakan atau bahkan menelanjangi masalah yang
datang. Jika perlu, aku bisa saja memukuli kesal pada diriku sendiri.
Masih mudah jatuh terlalu dalam
dan seharusnya aku bisa berlari agar tidak jatuh lagi atau mungkin jika perlu
aku merangkak saja, yang penting aku tidak jatuh, jatuh pakai hati. Katanya,
aku selalu begitu dan takkan berubah. Aku menyangkalnya dan dengan percaya diri
aku menghadapi semuanya dengan hati yang keras dan otak yang lembek. Ternyata
dia benar, aku akan seperti ini lagi. Dan selalu seperti ini entah hingga
kapan. Jatuh lagi terlalu dalam. Jatuh pakai hati.
Seseorang
datang. Entah apa yang dia bawa. Jelas aku tak pernah menuntut materi,
sedikitpun tidak pernah. Ketulusan yang aku perlukan. Ketulusan yang aku
inginkan. Ketulusan yang aku butuhkan. Bukan materi, janji, seksualitas atau
bahkan kesenangan belaka yang hanya berdasarkan ‘just for fun’. Aku bukan
wahana permainan yang hanya bisa kau datangi untuk mencari tantangan dan kesenangan
belaka. Aku manusia. Aku perempuan.
Takut
jika memang aku benar jatuh pakai hati pada seseorang itu. Benar-benar penuh
ketakutan. Aku bisa melihatnya dengan mata telanjang jika seseorang itu belum
membawa ketulusan. Jujur saja, entah sudah berapa belas kali aku jatuh hati,
bukan jatuh pakai hati seperti ini.
9 April 2013
21:44
No comments:
Post a Comment