Wednesday, April 17, 2013

Diam Terdiam


Apakah hanya ABG saja yang boleh galau? Tentu tidak, aku pun boleh. Entah sajak kapan aku tak pernah suka ‘diam’. Dalam artian menahan segala apapun yang aku pikirkan dan aku pendam. Aku tak pernah suka dengan diam. Diam bukan hanya itu pengecut tetapi juga pecundang bahkan keledai. Tidak berani mengungkapkan dan melakukan adalah hal bodoh, itu menurutku.
            Bisa dikatakan kelewat nekad tetapi untuk mulai sekarang tidak. Tidak semua yang kamu pikirkan harus dikatakan. Tidak semua yang kamu inginkan harus dilakukan. Mulai memilah secara jernih dengan menggunakan akal, tentu akal sehat. Tidak pula semua bisa aku kendalikan sesuka hati termasuk keadaan.
            Dengan sadar, waktu-waktu ini aku sering sekali diam. Terdiam. Duduk sendiri di sebuah ruangan dengan sedikit sinar redup dengan tangan melipat. Beberapa menit mungkin hampir hitungan jam, tak ada yang aku lakukan. Tak ada suara. Tak ada perbincangan. Hanya ada hembusan nafas yang seringkali tersendat. Sakit itu datang lagi.
            Memejamkan mata untuk seketika. Meski aku tahu, tak boleh sering memejamkan mata karena nanti Tuhan tahu kamu sedang lelah. Tapi tak apa, Tuhan memang sudah tahu aku memang lelah. Ada yang pernah berkata, “maka aku akan lebih baik diam daripada bicara, karena jika bicara aku akan membuat salah padamu”. Bagiku itu kalimat bodoh, aku hanya membalasnya dengan tertawa dingin. Namun kali ini, ada benarnya. Ternyata kalimat bodoh bertransformasi menjadi kalimat ajaib. Berbicara tak selamanya baik dan diam juga tak selamanya buruk. Silence not always bad. sometime silence be better than to say. Segala pahit yang tak bisa dikatakan, bisa aku telan sendiri.

17 April 2013
15:24

No comments:

Post a Comment