Thursday, March 7, 2013

Seseorang Lain


Jakarta memang selalu terasa panas. Begitu pula dengan hari kemarin dan hari ini. Rasanya pergi kemanapun tanpa beban terasa menyenangkan tanpa harus mengabari siapapun, “Sayang, aku udah sampe nih”, “maaf baru bales tadi lagi keluar dulu bentaran cari makan” “Aduh koneksi lagi lambat nih, coba sms atau whatsapp” dan lain-lainnya. Terbebas dari hal tersebut memang cukup melegakan bagiku tapi entahlah dengan seseorang lain itu.
Tidak bisa dipungkiri, sekarang handphoneku mulai kehilangan fungsi. Biasanya setiap detik dan menit, pasti berdering tanda ada BBM atau chat whatsapp yang masuk ataupun telepon yang memanggil tapi kini handphone diam dan kesepian. Tak ada chat yang masuk selain broadcast ataupun hanya SMS yang dikirimkan oleh operator, hingga handphoneku rusakpun tidak ada yang menghubungiku satupun. Berarti memang benar, handphoneku telah kehilangan fungsinya hingga untuk hidup normalpun dia sudah tidak mau.
Kebetulan masih ada sisa quota koneksi internet, aku mencoba membaca beberapa artikel di berbagai situs terkenal dan beberapa blog dan ada satu blog yang aku tak sengaja membukanya. Ternyata blog tersebut milik teman dari seseorang lain itu. Dari tulisannya saja sudah mengundangku untuk stalking TL dari seseorang lain itu dan hasilnya, aku sejenak berpikir dan menyadari bahwa suatu kebodohan terbodoh adalah nge­-stalking TL seseorang lain yang telah di block oleh diri sendiri. Rasanya seperti sedang mengisi ujian dan diberi kunci jawabannya namun tetap mengisi soal tersebut dengan jawaban sendiri yang sudah tentu salah dan bukan jawabannya. Itu termasuk tindakan bodoh ‘kan?
Ada beberapa alasan mengapa aku lebih senang berada jauh dari Bandung ketika merasakan sakit luar biasa, jika dikatakan melupakan, tentu tidak. Aku bukan seorang munafik, melupakan hal yang sakit dalam waktu yang singkat hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang mengalami kecelakaan lalu koma dan amnesia. Hal sekecil apapun membutuhkan proses begitupun aku yang sedang mengalami proses dimana otakku sedang melewati masa penjernihan dan hati yang sakit itu juga sedang mendapatkan pengobatan dari aroma udara luar selain Bandung.
Mungkin dari benak seseorang yang membaca tulisanku ini, jika hati ternyata mengalami sakit juga pasti pertanyaan yang muncul adalah berapa lama waktu yang kamu buang selama beberapa bulan ini? Jawabannya, semua yang aku lakukan tak ada yang sia-sia, pahami dan maknai. Baik atau buruknya seseorang lain itu aku yang rasakan dan semua yang telah dilewati merupakan rute menuju pendewasaan diri.

Jakarta, 6 Maret 2013
00:13

No comments:

Post a Comment