Jakarta memang selalu terasa
panas. Begitu pula dengan hari kemarin dan hari ini. Rasanya pergi kemanapun
tanpa beban terasa menyenangkan tanpa harus mengabari siapapun, “Sayang, aku udah
sampe nih”, “maaf baru bales tadi lagi keluar dulu bentaran cari makan” “Aduh
koneksi lagi lambat nih, coba sms atau whatsapp” dan lain-lainnya. Terbebas
dari hal tersebut memang cukup melegakan bagiku tapi entahlah dengan seseorang
lain itu.
Tidak bisa dipungkiri, sekarang
handphoneku mulai kehilangan fungsi. Biasanya setiap detik dan menit, pasti
berdering tanda ada BBM atau chat whatsapp yang masuk ataupun telepon yang
memanggil tapi kini handphone diam dan kesepian. Tak ada chat yang masuk selain
broadcast ataupun hanya SMS yang dikirimkan oleh operator, hingga handphoneku
rusakpun tidak ada yang menghubungiku satupun. Berarti memang benar, handphoneku
telah kehilangan fungsinya hingga untuk hidup normalpun dia sudah tidak mau.
Kebetulan masih ada sisa quota
koneksi internet, aku mencoba membaca beberapa artikel di berbagai situs
terkenal dan beberapa blog dan ada satu blog yang aku tak sengaja membukanya.
Ternyata blog tersebut milik teman dari seseorang lain itu. Dari tulisannya
saja sudah mengundangku untuk stalking
TL dari seseorang lain itu dan hasilnya, aku sejenak berpikir dan menyadari bahwa
suatu kebodohan terbodoh adalah nge-stalking
TL seseorang lain yang telah di block oleh diri sendiri. Rasanya seperti sedang
mengisi ujian dan diberi kunci jawabannya namun tetap mengisi soal tersebut
dengan jawaban sendiri yang sudah tentu salah dan bukan jawabannya. Itu
termasuk tindakan bodoh ‘kan?
Ada beberapa alasan mengapa aku
lebih senang berada jauh dari Bandung ketika merasakan sakit luar biasa, jika
dikatakan melupakan, tentu tidak. Aku bukan seorang munafik, melupakan hal yang
sakit dalam waktu yang singkat hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang
mengalami kecelakaan lalu koma dan amnesia. Hal sekecil apapun membutuhkan
proses begitupun aku yang sedang mengalami proses dimana otakku sedang melewati
masa penjernihan dan hati yang sakit itu juga sedang mendapatkan pengobatan
dari aroma udara luar selain Bandung.
Mungkin dari benak seseorang yang
membaca tulisanku ini, jika hati ternyata mengalami sakit juga pasti pertanyaan
yang muncul adalah berapa lama waktu yang kamu
buang selama beberapa bulan ini? Jawabannya, semua yang aku lakukan tak ada
yang sia-sia, pahami dan maknai. Baik atau buruknya seseorang lain itu aku yang
rasakan dan semua yang telah dilewati merupakan rute menuju pendewasaan diri.
Jakarta, 6 Maret 2013
00:13
No comments:
Post a Comment