Thursday, March 21, 2013

Benda itu Bernama Hati


Kesembuhanku sudah hampir mencapai 80 %. Pertapaan ini tidak sia-sia. Di setiap harinya, benda yang bernama hati itu mendapatkan terapi dengan melihat semesta yang belum pernah dikenal.
Berbicara tentang benda yang bernama hati tak akan ada habisnya dan bahkan tidak akan pernah menemukan titik, mungkin hanya koma. Bila disebut benda mungkin dikategorikan sebagai benda ghaib tidak terlihat nyata dimana letak hati berada. Berbeda dengan hati yang merupakan bagian dari anatomi tubuh, hati letaknya di dalam dekat jantung dan dilindungi oleh paru-paru. Tapi mungkin benda bernama hati itu ada persamaan dengan hati yang sebenarnya, sama-sama harus dilindungi.
“Hatiku rapuh” atau “hatiku sakit” dan “aku sedang patah hati”, begitu yang banyak diucapkan oleh mereka yang pernah jatuh hati pada seseorang. Mereka seharusnya bahagia pernah memiliki hati meski pada akhirnya benda itu akhirnya rapuh, sakit lalu patah. Bayangkan jika ada anak manusia yang tidak memiliki hati, mungkin tidak akan ada anak manusia selanjutnya di dunia ini.
Memilih pada pilihan yang tepat diseleksi oleh benda ini. Ia mencari-cari mana yang terbaik bagi si pemiliknya. Jangan sampai salah pilih karena pertanggungjawabannya sangatlah besar. Ia tak mau jika si pemiliknya kembali menuai pedih juga luka.
Benda ini bukan hanya diinginkan oleh benda lain yang bernama cinta namun ada benda yang bernama ikhlas dan tulus yang ikut mengantri untuk menemani benda ini. Mereka berlomba-lomba berdekatan dengannya karena ikhlas dan tulus selalu mencoba menjauh dari benda yang dibenci pula olehnya yaitu dengki, pamrih dan pengkhianatan.
Dan benda itu, bernama hati.

15 Maret 2013
16:48

No comments:

Post a Comment