Kesembuhanku sudah hampir mencapai
80 %. Pertapaan ini tidak sia-sia. Di setiap harinya, benda yang bernama hati
itu mendapatkan terapi dengan melihat semesta yang belum pernah dikenal.
Berbicara tentang benda yang
bernama hati tak akan ada habisnya dan bahkan tidak akan pernah menemukan
titik, mungkin hanya koma. Bila disebut benda mungkin dikategorikan sebagai
benda ghaib tidak terlihat nyata dimana letak hati berada. Berbeda dengan hati
yang merupakan bagian dari anatomi tubuh, hati letaknya di dalam dekat jantung
dan dilindungi oleh paru-paru. Tapi mungkin benda bernama hati itu ada
persamaan dengan hati yang sebenarnya, sama-sama harus dilindungi.
“Hatiku rapuh” atau “hatiku sakit”
dan “aku sedang patah hati”, begitu yang banyak diucapkan oleh mereka yang
pernah jatuh hati pada seseorang. Mereka seharusnya bahagia pernah memiliki
hati meski pada akhirnya benda itu akhirnya rapuh, sakit lalu patah. Bayangkan
jika ada anak manusia yang tidak memiliki hati, mungkin tidak akan ada anak
manusia selanjutnya di dunia ini.
Memilih pada pilihan yang tepat
diseleksi oleh benda ini. Ia mencari-cari mana yang terbaik bagi si pemiliknya.
Jangan sampai salah pilih karena pertanggungjawabannya sangatlah besar. Ia tak
mau jika si pemiliknya kembali menuai pedih juga luka.
Benda ini bukan hanya diinginkan
oleh benda lain yang bernama cinta namun ada benda yang bernama ikhlas dan
tulus yang ikut mengantri untuk menemani benda ini. Mereka berlomba-lomba
berdekatan dengannya karena ikhlas dan tulus selalu mencoba menjauh dari benda
yang dibenci pula olehnya yaitu dengki, pamrih dan pengkhianatan.
Dan benda itu, bernama hati.
15 Maret 2013
16:48
No comments:
Post a Comment