Monday, March 25, 2013

Cerita Hujan dan Perempuan-Perempuan


Siang ini aku sedang menunggu seorang teman di sebuah mall untuk menemaninya berbelanja. Siang ini juga langit sedang dituruni hujan cukup deras, membuat rambutku yang tadinya bergelombang berubah menjadi basah dan berantakan tak karuan.
Aku menunggunya di sebuah restoran cepat saji. Duduk diantara perempuan-perempuan cantik, juga seksi. Paha mereka mulus tanpa bulu bak kaki meja. Meski dada mereka kecil bahkan rata namun mata-mata pria cukup merasa tergoda untuk meliriknya karena kerah baju mereka yang lumayan membuka lebar seakan melamba-lambai setiap mata yang melihatnya. Sungguh. Belum lagi riasan wajah yang menempel di wajahnya, mungkin sinden pasti akan kalah dan minder jika melihat mereka.
Bukan hanya persoalan dada, paha dan riasan. Rambut mereka juga berwarna-warni. Ada yang blonde seperti perempeuan Inggris, coklat muda, coklat terang, coklat tua dan berbagai macam kecoklatan lainnya. Seperti melihat carnaval. Warna-warni.
Aku merasa minder. Aku duduk sendiri di pojokan menghadap ke arah perempuan-perempuan berkawat gigi itu. Aku merasa paling hitam juga kumal. Mereka tertawa-tawa renyah, entah membicarakan apa adan siapa, aku tak kenal. Tentu saja, karena aku pun tak mengenal mereka. “Goblooookkk hahhaha” begitulah yang mereka bicakan. Asap rokok semakin mengepul. Untung saja aku sudah bersahabat dengan asap itu, aku membiarkannya dan tetap terdiam di pojokkan. Masih minder. Hitam dan kumal.
Dan masih hujan. Badanku sedang tidak bersahabat dengan cuaca minggu ini. Badanku mulai mengigil lagi. Jika melihat ranjang dan selimut bulu angsa rasanya ingin tak sadarkan diri sejenak. Aku ingin tertidur pulas seperti semalam. Semalam bermimpi kamu.

Senin, 25 maret 2013
14:10

No comments:

Post a Comment