Siang ini aku sedang menunggu
seorang teman di sebuah mall untuk menemaninya berbelanja. Siang ini juga
langit sedang dituruni hujan cukup deras, membuat rambutku yang tadinya
bergelombang berubah menjadi basah dan berantakan tak karuan.
Aku menunggunya di sebuah restoran
cepat saji. Duduk diantara perempuan-perempuan cantik, juga seksi. Paha mereka
mulus tanpa bulu bak kaki meja. Meski dada mereka kecil bahkan rata namun
mata-mata pria cukup merasa tergoda untuk meliriknya karena kerah baju mereka yang
lumayan membuka lebar seakan melamba-lambai setiap mata yang melihatnya.
Sungguh. Belum lagi riasan wajah yang menempel di wajahnya, mungkin sinden
pasti akan kalah dan minder jika melihat mereka.
Bukan hanya persoalan dada, paha dan riasan. Rambut
mereka juga berwarna-warni. Ada yang blonde seperti perempeuan Inggris, coklat
muda, coklat terang, coklat tua dan berbagai macam kecoklatan lainnya. Seperti
melihat carnaval. Warna-warni.
Aku merasa minder. Aku duduk
sendiri di pojokan menghadap ke arah perempuan-perempuan berkawat gigi itu. Aku
merasa paling hitam juga kumal. Mereka tertawa-tawa renyah, entah membicarakan
apa adan siapa, aku tak kenal. Tentu saja, karena aku pun tak mengenal mereka. “Goblooookkk
hahhaha” begitulah yang mereka bicakan. Asap rokok semakin mengepul. Untung
saja aku sudah bersahabat dengan asap itu, aku membiarkannya dan tetap terdiam
di pojokkan. Masih minder. Hitam dan kumal.
Dan masih hujan. Badanku sedang
tidak bersahabat dengan cuaca minggu ini. Badanku mulai mengigil lagi. Jika
melihat ranjang dan selimut bulu angsa rasanya ingin tak sadarkan diri sejenak.
Aku ingin tertidur pulas seperti semalam. Semalam bermimpi kamu.
Senin, 25 maret 2013
14:10
No comments:
Post a Comment