Berbicara pada malam. Kemudian
berdialog dengan angin, “Angin, aku ingin bercerita tetapi kamu jangan bicarakan
ini pada siapapun ya” angin masih diam, hanya berjalan mondar-mandir. “Begini
angin, beberapa minggu ini, mungkin 26 hari yang lalu aku mulai bangkit, bukan bangkit
dari kubur” “Begitu mudahnya aku bangkit dari jatuh kali ini, ternyata jatuhnya
tidak dalam, hanya jatuh biasa” Angin tetap membisu dalam temaram.
“Boleh aku bicara lagi? aku juga
bahagia, teman-temanku yang dulu pernah hilang sudah kembali lagi. Dulu aku
membuat benteng besar, melebihi benteng takeshi tapi benteng yang akubuat dulu
sudah aku hancurkan lagi” Angin mulai berhembus, tidak kencang.
“Satu lagi, mataku dan mata hatiku
sudah bisa membedakan antara kejujuran, kebohongan dan kepura-puraan. Dulu aku
melihatnya semu dan seperti membayang, nampak buram. Kini perlahan semuanya
mulai terlihat. Mataku mengupas kejujuran dan mata hatiku menelanjangi
kebohongan dan kepura-puraan. Sungguh, terkadang mereka bertiga tiada beda”
Angin menyelimutiku malam ini juga memelukku erat.
27 Maret 2013
21:49
No comments:
Post a Comment