Wednesday, March 27, 2013

Dialog Pendek dengan Angin


Berbicara pada malam. Kemudian berdialog dengan angin, “Angin, aku ingin bercerita tetapi kamu jangan bicarakan ini pada siapapun ya” angin masih diam, hanya berjalan mondar-mandir. “Begini angin, beberapa minggu ini, mungkin 26 hari yang lalu aku mulai bangkit, bukan bangkit dari kubur” “Begitu mudahnya aku bangkit dari jatuh kali ini, ternyata jatuhnya tidak dalam, hanya jatuh biasa” Angin tetap membisu dalam temaram.
“Boleh aku bicara lagi? aku juga bahagia, teman-temanku yang dulu pernah hilang sudah kembali lagi. Dulu aku membuat benteng besar, melebihi benteng takeshi tapi benteng yang akubuat dulu sudah aku hancurkan lagi” Angin mulai berhembus, tidak kencang.
“Satu lagi, mataku dan mata hatiku sudah bisa membedakan antara kejujuran, kebohongan dan kepura-puraan. Dulu aku melihatnya semu dan seperti membayang, nampak buram. Kini perlahan semuanya mulai terlihat. Mataku mengupas kejujuran dan mata hatiku menelanjangi kebohongan dan kepura-puraan. Sungguh, terkadang mereka bertiga tiada beda” Angin menyelimutiku malam ini juga memelukku erat.

27 Maret 2013
21:49 

No comments:

Post a Comment