Awalnya
kehadiranmu saat itu tak pernah aku sadari. Aku hanya mengenal dan mengetahuimu
sebagai teman kakakku atau yang lebih pas sebagai relasi kerja. Tak pernah
terlintas sedikitpun untuk bisa dekat denganmu, karena aku masih dengannya saat
itu. Namun, waktu berkata lain. Ketika aku menyudahi hubunganku dengannya, kau
hadir penyembuh luka di hatiku. Akupun tak pernah tahu isi hatimu saat itu.
Bodohnya aku yang tak pernah mengetahui semua itu.
Kedekatan
kita saat itu hanya terbatas sampai sms saja, selebihnya tak pernah ada dan aku
menganggapnya itu hal yang biasa. Belum ada perhatian-perhatian kecil darimu
yang membuatku sadar akan kenyataan.
Di saatku
mengalami putus cinta yang hebat dan membuatku sedikit terhentak, aku dekat
dengan seorang teman lama semasa sekolah dulu. Tentu kamu tahu dia. Ya, dia
Yuda. Dia mencoba menyalip saatku sedang terjatuh. Mungkin dasar aku sedang
terlalu galau olehnya, sedikit demi sedikit hatiku luluh padanya. Walau
terdengar ironi, baru saja putus sudah dapat gebetan baru. Akupun cukup dekat dengan
Yuda dan saat itu aku masih belum menyadari penuh bahwa kau ada dibelakangku.
...................................................................................................................................................
November - Desember 2011
No comments:
Post a Comment