Hampir setiap
bulan aku menerima undangan pernikahan dari teman-temanku dulu. Turut mengecap
bahagia menerima sebuah kartu undangan pernikahan seorang teman yang telah
mendapatkan teman hidup. Menurut mereka, teman hidup itu datang secara
tiba-tiba tanpa diduga. Terkadang hubungan bertahun-tahun bukan patokan untuk
yakin bahwa dialah yang akan menjadi teman hidupnya kelak. Justru perkenalan singkatlah menyatukan dua
manusia yang dinamakan jodoh.
Bagiku, cukup
disayangkan jika aku sudah diundang ke suatu acara pernikahan tetapi tidak
datang. Bukan karena aku ingin makan dan minum enak secara gratis dan bebas
memilih apa saja yang akan aku jadikan ‘umpan lampung’ tetapi karena aku ingin
saat pernikahanku nanti, teman-temanku bisa menghadirinya. Itu saja? Tentu
tidak, aku juga ingin tertular mereka, segera menemukan ‘orang itu’ yang mereka
sebut teman hidup. Klasik.
Apa
kamu percaya takdir? Aku percaya. Teman hidup itu akan datang dengan sendirinya
tanpa kita mengetahui siapa orangnya, kapan dan dimana akan bertemu juga
bagaimana prosesnya. Memang aku tak begitu menyukai proses panjang, bahkan aku
orang yang selalu terburu-buru namun aku menkimati proses itu.
Dimana kamu
teman hidupku saat ini? Mungkin saja kamu masih menjadi kekasih orang lain atau
bisa saja kamu ada didekatku namun aku tak menyadarinya? Tuhan lebih tahu
bagaimana cara yang baik untuk mempertemukan aku dengan kamu, teman hidup.
25 September 2012
22:39
No comments:
Post a Comment