Wednesday, September 26, 2012

Teman Hidup


Hampir setiap bulan aku menerima undangan pernikahan dari teman-temanku dulu. Turut mengecap bahagia menerima sebuah kartu undangan pernikahan seorang teman yang telah mendapatkan teman hidup. Menurut mereka, teman hidup itu datang secara tiba-tiba tanpa diduga. Terkadang hubungan bertahun-tahun bukan patokan untuk yakin bahwa dialah yang akan menjadi teman hidupnya kelak.  Justru perkenalan singkatlah menyatukan dua manusia yang dinamakan jodoh.
Bagiku, cukup disayangkan jika aku sudah diundang ke suatu acara pernikahan tetapi tidak datang. Bukan karena aku ingin makan dan minum enak secara gratis dan bebas memilih apa saja yang akan aku jadikan ‘umpan lampung’ tetapi karena aku ingin saat pernikahanku nanti, teman-temanku bisa menghadirinya. Itu saja? Tentu tidak, aku juga ingin tertular mereka, segera menemukan ‘orang itu’ yang mereka sebut teman hidup. Klasik.
                Apa kamu percaya takdir? Aku percaya. Teman hidup itu akan datang dengan sendirinya tanpa kita mengetahui siapa orangnya, kapan dan dimana akan bertemu juga bagaimana prosesnya. Memang aku tak begitu menyukai proses panjang, bahkan aku orang yang selalu terburu-buru namun aku menkimati proses itu.
Dimana kamu teman hidupku saat ini? Mungkin saja kamu masih menjadi kekasih orang lain atau bisa saja kamu ada didekatku namun aku tak menyadarinya? Tuhan lebih tahu bagaimana cara yang baik untuk mempertemukan aku dengan kamu, teman hidup.

25 September 2012
22:39

No comments:

Post a Comment