Terlalu banyak teka-teki yang sulit untuk dijawab ketika aku
masih memiliki hidup sebagai manusia. Pertanyaan-pertanyaan yang entah bisa
dijawab saat masih bernafas atau tidak. Otakku dan hatiku bersinkronasi dan
bersepakat memiliki pertanyaan yang sama mengenai hidup dan mati.
Pernah terlintas memikirkan sedang apa mereka yang telah
berpulang dan kini di alam yang berbeda? Apakah mereka sendirian? Kesepian? Atau mungkin bertemu dengan orang-orang tercinta yang telah berpulang
mendahuluinya? Lalu apakah setelah bertemu malaikat di kehidupan yang
sebenarnya, mereka berada dimana? Apakah Malaikat sudah menimbang amalannya
selama di dunia sehingga akan damai di surga? Aku selalu berharap mereka yang
telah tiada akan selalu damai di kehidupan sebenarnya, kehidupan abadi.
Tuhan telah menentukan
jodoh, rezeki dan maut ketika manusia masih dalam kandungan. Ketika ruh ditiup
ke rahim sang ibu di usia kandungan menginjak 4 bulan Tuhan telah menentukan
segalanya. Hal yang tidak aku mengerti, jika setiap manusia telah ditentukan
jodohnya, mengapa mereka yang berpulang di usia muda tak bertemu jodohnya?
Apakah mereka tidak ditakdirkan bertemu seorang jodoh di dunia fana? Lalu jika
manusia ditakdirkan berjodoh dan menikah dengan seseorang, mengapa ada lelaki
yang menikahi lebih dari 4 perempuan, apakah lelaki tersebut memiliki
keistimewaan yang sengaja Tuhan berikan sehingga bisa berjodoh dengan banyak
perempuan? Bagaimana bisa seorang manusia memiliki jodoh yang banyak? Semakin
tidak mengerti. Apakah ada jawaban untuk pertanyaanku ini? Dunia dan kehidupan
semakin sulit dimengerti.
Jika dunia telah menemukan ajalnya yaitu hari akhir. Kiamat.
Bagaimanakah yang akan terjadi di dunia baru ‘kami’ sebagai manusia? Semua
manusia akan disucikan dahulu dari dosa dengan siksa api neraka, kemudian
manusia bisa masuk surga sesuai amalannya ketika hidup di dunia. Sampai berapa
lama aku akan disucikan sebelum memasuki pintu kedamaian yang abadi? Bagaimana
suasana di kehidupan nanti? Apa boleh jika aku mempertanyakannya? Apakah aku
berdosa jika membayangkannya?
Ketika diri ini ingin bertaubat dan kembali jalan-Mu, mengapa
selalu ada hambatan dan ujian? Mengapa Engkau mempersulit umat-Mu untuk berada
di jalan-Mu? Tuhan, masih banyak teka-teki dan pertanyaan yang ingin aku
ketahui mengenai kehidupan dan kematian. Mungkin sebagian rahasia-rahasia-Mu
tak akan pernah terungkap di dunia namun aku hanya ingin memaknainya, agar aku
bisa menuju jalan-Mu.
Menjalani kehidupan dengan sempurna mungkin tak akan pernah bisa
dijalani oleh siapapun. Namun, lakukanlah yang terbaik selagi Tuhan masih
mengizinkan kita menghirup udara-Nya, mensyukuri rezeki-Nya, berpijak di
tanah-Nya juga masih bisa bertemu dengan orang-orang tercinta. Harta atau tahta
tak akan memberikan cahaya ketika kita berada di kehidupan yang sebenarnya,
hanya amal, ibadah dan doa yang akan menemani kita ketika kita benar-benar
pulang. Beri aku jalan menuju jalan terbaik-Mu. Ketika aku pulang nanti, berapapun
usiaku, aku ingin pulang dengan husnul khotimah.
23
Juni 2013
21:30
No comments:
Post a Comment