Sunday, June 23, 2013

Teka-Teki Hidup dan Mati

Terlalu banyak teka-teki yang sulit untuk dijawab ketika aku masih memiliki hidup sebagai manusia. Pertanyaan-pertanyaan yang entah bisa dijawab saat masih bernafas atau tidak. Otakku dan hatiku bersinkronasi dan bersepakat memiliki pertanyaan yang sama mengenai hidup dan mati.
Pernah terlintas memikirkan sedang apa mereka yang telah berpulang dan kini di alam yang berbeda? Apakah mereka sendirian? Kesepian? Atau mungkin bertemu dengan orang-orang tercinta yang telah berpulang mendahuluinya? Lalu apakah setelah bertemu malaikat di kehidupan yang sebenarnya, mereka berada dimana? Apakah Malaikat sudah menimbang amalannya selama di dunia sehingga akan damai di surga? Aku selalu berharap mereka yang telah tiada akan selalu damai di kehidupan sebenarnya, kehidupan abadi.
 Tuhan telah menentukan jodoh, rezeki dan maut ketika manusia masih dalam kandungan. Ketika ruh ditiup ke rahim sang ibu di usia kandungan menginjak 4 bulan Tuhan telah menentukan segalanya. Hal yang tidak aku mengerti, jika setiap manusia telah ditentukan jodohnya, mengapa mereka yang berpulang di usia muda tak bertemu jodohnya? Apakah mereka tidak ditakdirkan bertemu seorang jodoh di dunia fana? Lalu jika manusia ditakdirkan berjodoh dan menikah dengan seseorang, mengapa ada lelaki yang menikahi lebih dari 4 perempuan, apakah lelaki tersebut memiliki keistimewaan yang sengaja Tuhan berikan sehingga bisa berjodoh dengan banyak perempuan? Bagaimana bisa seorang manusia memiliki jodoh yang banyak? Semakin tidak mengerti. Apakah ada jawaban untuk pertanyaanku ini? Dunia dan kehidupan semakin sulit dimengerti.
Jika dunia telah menemukan ajalnya yaitu hari akhir. Kiamat. Bagaimanakah yang akan terjadi di dunia baru ‘kami’ sebagai manusia? Semua manusia akan disucikan dahulu dari dosa dengan siksa api neraka, kemudian manusia bisa masuk surga sesuai amalannya ketika hidup di dunia. Sampai berapa lama aku akan disucikan sebelum memasuki pintu kedamaian yang abadi? Bagaimana suasana di kehidupan nanti? Apa boleh jika aku mempertanyakannya? Apakah aku berdosa jika membayangkannya?
Ketika diri ini ingin bertaubat dan kembali jalan-Mu, mengapa selalu ada hambatan dan ujian? Mengapa Engkau mempersulit umat-Mu untuk berada di jalan-Mu? Tuhan, masih banyak teka-teki dan pertanyaan yang ingin aku ketahui mengenai kehidupan dan kematian. Mungkin sebagian rahasia-rahasia-Mu tak akan pernah terungkap di dunia namun aku hanya ingin memaknainya, agar aku bisa menuju jalan-Mu.
Menjalani kehidupan dengan sempurna mungkin tak akan pernah bisa dijalani oleh siapapun. Namun, lakukanlah yang terbaik selagi Tuhan masih mengizinkan kita menghirup udara-Nya, mensyukuri rezeki-Nya, berpijak di tanah-Nya juga masih bisa bertemu dengan orang-orang tercinta. Harta atau tahta tak akan memberikan cahaya ketika kita berada di kehidupan yang sebenarnya, hanya amal, ibadah dan doa yang akan menemani kita ketika kita benar-benar pulang. Beri aku jalan menuju jalan terbaik-Mu. Ketika aku pulang nanti, berapapun usiaku, aku ingin pulang dengan husnul khotimah.

23 Juni 2013

21:30

No comments:

Post a Comment