Wednesday, June 5, 2013

Menjadi Perempuan


Perempuan, katanya makhluk Tuhan yang paling indah. Perempuan, katanya makhluk Tuhan yang cantik. Namun apa jadinya jika menjadi satu perempuan yang tidak cantik dan indah diantara milyaran perempuan yang katanya makhluk cantik nan indah? Apa yang akan kamu rasakan? Tentunya selalu ada rasa ingin menutupi diri.
            Menjadi perempuan bukanlah hal yang mudah. Terlalu banyak yang harus dilakukan agar menjadi perempuan yang katanya adalah makhluk cantik. Tidak bisa hanya dengan berpangku tangan tanpa melakukan apapun untuk mempercantik diri.
            Katanya, perempuan yang cantik itu adalah perempuan yang cantik dari dalam, cantik hatinya. Namun pada kenyataannya berbanding terbalik, seakan hanya omong kosong dan hanya sebuah pernyataan penghibur hati bagi mereka yang tidak berwajah cantik, seperti aku. Terkadang merasa dibohongi oleh pernyataan tersebut. Pada kenyataannya, penilaian orang lain tak selalu melihat dari hati melainkan secara fisik. Terkadang, aku merasakan tersisihkan. Bukan terkadang tapi aku merasa selalu tersisihkan dari mereka yang katanya perempuan adalah seoarng makhluk yang cantik.
            Cantik itu katanya relatif. Itu hanya sebuah kalimat penghibur hati bagi mereka yang tidak beruntung memiliki kelebihan secara fisik, untukku juga. Bukan maksud tak bersyukur dan mengingkari apa yang Tuhan berikan. Meski terkadang hati tak mau tahu dengan apa yang orang-orang katakan namun apa daya jika radar seorang perempuan tak bisa ditandingi kepekaannya. Aku seakan tak peduli dengan orang yang katakan mengenai diriku, apalagi bersinggungan dengan fisik terutama soalnya ‘wajah cantik’ dan ‘penampilan menarik’. Mungkin bagi mayoritas lelaki itu adalah point penting. Mereka berlomba-lomba mengincar perempuan-perempuan dengan 2 point penting tersebut. Ada kebanggaan bagi mereka yang memiliki kekasih berwajah cantik dan berpenampilan menarik dan berlomba-lomba untuk memamerkannya pada siapapun yang meihatnya. Aku tak pernah bisa menang dalam hal itu, aku kembali tersisihkan dan semakin terpuruk seperti the beast atau mungkin seperti shrek.
            Keceredasan atau kebaikan hati jarang dilihat oleh mereka yang merasa menjadi seorang lelaki yang mempunyai segalanya. Mungkin mereka lebih memilih mempunyai perempuan yang cantik, menarik tapi bodoh bukan perempuan yang biasa saja, penampilan juga biasa saja tapi cerdas dan hati yang baik. Wajar saja karena kecerdasan dan hati yang baik tidak bisa terlihat secara nyata. Ini kenyataan yang tidak bisa terlepas dari putaran dunia.
            Setiap manusia tidak bisa melihat dari sudut pandang yang sama. Secara mayoritas melihat dari mata. Secara minoritas melihat dari hati. Aku adalah salah seorang bagian dari minoritas. I’m minority. Terkadang ada rasa ingin mengundurkan diri darinya karena mungkin dia terlalu jauh dariku. Dia terlalu memiliki segalanya, terlalu berbanding jauh. Aku tidak cantik dan tidak menarik. Aku perempuan biasa saja. Mungkin jika suatu saat nanti aku semakin tidak menarik sebagai perempuan, ia akan meninggalkanku. Mungkin saja. Menjadi perempuan bukan hal yang diinginkan oleh semua orang. Jika saja aku ketika dilahirkan aku bisa memilih ingin menjadi apa, lebih baik menjadi lelaki. Terlalu rumit untuk menjadi perempuan.

Selasa, 4 Juni 2013
20:23

No comments:

Post a Comment