Perempuan, katanya makhluk Tuhan yang paling indah.
Perempuan, katanya makhluk Tuhan yang cantik. Namun apa jadinya jika menjadi
satu perempuan yang tidak cantik dan indah diantara milyaran perempuan yang
katanya makhluk cantik nan indah? Apa yang akan kamu rasakan? Tentunya selalu
ada rasa ingin menutupi diri.
Menjadi perempuan bukanlah hal yang
mudah. Terlalu banyak yang harus dilakukan agar menjadi perempuan yang katanya
adalah makhluk cantik. Tidak bisa hanya dengan berpangku tangan tanpa melakukan
apapun untuk mempercantik diri.
Katanya, perempuan yang cantik itu
adalah perempuan yang cantik dari dalam, cantik hatinya. Namun pada
kenyataannya berbanding terbalik, seakan hanya omong kosong dan hanya sebuah
pernyataan penghibur hati bagi mereka yang tidak berwajah cantik, seperti aku.
Terkadang merasa dibohongi oleh pernyataan tersebut. Pada kenyataannya,
penilaian orang lain tak selalu melihat dari hati melainkan secara fisik.
Terkadang, aku merasakan tersisihkan. Bukan terkadang tapi aku merasa selalu
tersisihkan dari mereka yang katanya perempuan adalah seoarng makhluk yang
cantik.
Cantik itu katanya relatif. Itu
hanya sebuah kalimat penghibur hati bagi mereka yang tidak beruntung memiliki
kelebihan secara fisik, untukku juga. Bukan maksud tak bersyukur dan
mengingkari apa yang Tuhan berikan. Meski terkadang hati tak mau tahu dengan
apa yang orang-orang katakan namun apa daya jika radar seorang perempuan tak
bisa ditandingi kepekaannya. Aku seakan tak peduli dengan orang yang katakan
mengenai diriku, apalagi bersinggungan dengan fisik terutama soalnya ‘wajah
cantik’ dan ‘penampilan menarik’. Mungkin bagi mayoritas lelaki itu adalah
point penting. Mereka berlomba-lomba mengincar perempuan-perempuan dengan 2
point penting tersebut. Ada kebanggaan bagi mereka yang memiliki kekasih
berwajah cantik dan berpenampilan menarik dan berlomba-lomba untuk
memamerkannya pada siapapun yang meihatnya. Aku tak pernah bisa menang dalam
hal itu, aku kembali tersisihkan dan semakin terpuruk seperti the beast atau
mungkin seperti shrek.
Keceredasan atau kebaikan hati
jarang dilihat oleh mereka yang merasa menjadi seorang lelaki yang mempunyai
segalanya. Mungkin mereka lebih memilih mempunyai perempuan yang cantik,
menarik tapi bodoh bukan perempuan yang biasa saja, penampilan juga biasa saja
tapi cerdas dan hati yang baik. Wajar saja karena kecerdasan dan hati yang baik
tidak bisa terlihat secara nyata. Ini kenyataan yang tidak bisa terlepas dari
putaran dunia.
Setiap manusia tidak bisa melihat
dari sudut pandang yang sama. Secara mayoritas melihat dari mata. Secara
minoritas melihat dari hati. Aku adalah salah seorang bagian dari minoritas. I’m minority. Terkadang ada rasa ingin
mengundurkan diri darinya karena mungkin dia terlalu jauh dariku. Dia terlalu
memiliki segalanya, terlalu berbanding jauh. Aku tidak cantik dan tidak
menarik. Aku perempuan biasa saja. Mungkin jika suatu saat nanti aku semakin
tidak menarik sebagai perempuan, ia akan meninggalkanku. Mungkin saja. Menjadi
perempuan bukan hal yang diinginkan oleh semua orang. Jika saja aku ketika
dilahirkan aku bisa memilih ingin menjadi apa, lebih baik menjadi lelaki.
Terlalu rumit untuk menjadi perempuan.
Selasa,
4 Juni 2013
20:23
No comments:
Post a Comment