Thursday, June 13, 2013

Rabu dan Air di Pelupuk Mata

Pernahkah kamu menahan air di pelupuk matamu? Menangisi semua penyesalan yang sudah terjadi. Menangisi hidup yang tiada henti menaruhmu berada di bawah putaran. Menangisi keadaan yang tak sesuai dengan yang kau inginkan. Mungkin jika melihatnya dari sebelah mata, akan merasa jika manusia yang melakukan hal seperti itu bukan manusia yang pandai bersyukur. Namun bagiku itu manusiawi, sadar akan kodrat sebagai manusia yang tidak bisa mengendalikan apapun yang terjadi. Manusia tidak mempunyai kuasa untuk mengatur hidup orang lain atau bahkan mengatur kehidupan diri sendiri. Manusia merasa memiliki kuasa jika mereka merasa hebat dan bergelimpangan materi, itu kuasa yang ingin menyaingi Tuhan. Tuhan tak pernah menyukai manusia seperti itu. Harta manusia hanya titik yang tak berarti bagi-Nya.
Rabu ini detak jantungku kembali tidak beraturan lagi. Rasanya sakit sekali, nafasku tersendat-sendat. Entah mengapa beberapa bulan terakhir ini mulai terasa lagi, rasanya sakit hingga jemari lagi. Nampak berlebihan namun jika kau merasakannya, kau akan berkata hal yang sama denganku.
Pelupuk mata tak bisa lagi menahan air. Segera aku diam selama beberapa lama di kamar mandi. Aku menangis. Lagi. Memang dangkal menangisi persoalan mengenai cinta. Cengeng. Bukan hanya persoalan cinta tetapi menangisi betapa beratnya menepati janji yang dibuat oleh diri sendiri dan mengapa aku mengingkarinya begitu mudah. Terlalu banyak pertanyaan dalam hidup yang tak bisa kau temukan dengan mudah bahkan tak akan pernah ada jawabannya.
Jika kau merasa hidupmu sangat berat, lihatlah orang-orang yang tak seberuntung hidupmu. Kebutuhan sandang pangan papanmu terpenuhi, hang out bersama-teman tertawa sana sini, atau mungkin berkendaraan mewah hingga tak perlu kehujanan dan kepanasan. Kau masih berpikir hidupmu berat? Salah besar. Aku terkadang berpikir jika masalahku sangat berat tetapi masih banyak di luar sana yang menginginkan hidupmu. Apa kau masih ingin menjadi orang lain? Menginginkan hidup orang lain? Aku tak pernah mau menginginkan hidup orang lain, aku hanya ingin diberi jalan dan kemudahan untuk berkehidupan lebih baik dan menemukan setiap jawaban dari segala pertanyaan dalam berkehidupan.
Aku membutuhkan teman bicara. Teman bicara siapapun orangnya yang bisa memahami semua ceritaku tanpa harus mengeritiki masalah apa yang aku hadapi. Aku membutuhkan bahu. Bahu siapapun yang bisa mengerti semua masalahku tanpa memandangnya dari sudut mata sebelah kiri.

13 Juni 2013

22:51

Friday, June 7, 2013

Kembali Pada Laut

Sekilas mataku meneropong jauhnya laut
Tercium aroma garam asin di air nan dingin
Pasir bergemuruh tanpa suara yang bising
Langkah biotanya terdengar diam dan sunyi
Aku ingat hari itu, meninggalkan banyak langkah
Menyisakan jejak yang terhapus deras ombak
Menggiring waktu pada hari ini, hari lalu
Ingin kembali menyelami laut dangkal
Bukan hanya untuk menari-nari di atas pasir
Atau mengambil gambar wajah dengan tawa
Kembali pada laut,
Meresapkan wangi laut bersama semesta
Menyelimuti angin pagi siang malam laut
Menyebrangi waktu berdua bersama karang
Menyaksikan matahari timbul lalu tenggelam
Menyimpan serbuk kehidupan biota-biota
Meninggalkan jejak yang tak terhapus deras ombak

7 Juni 2013

21:17

Wednesday, June 5, 2013

Menjadi Perempuan


Perempuan, katanya makhluk Tuhan yang paling indah. Perempuan, katanya makhluk Tuhan yang cantik. Namun apa jadinya jika menjadi satu perempuan yang tidak cantik dan indah diantara milyaran perempuan yang katanya makhluk cantik nan indah? Apa yang akan kamu rasakan? Tentunya selalu ada rasa ingin menutupi diri.
            Menjadi perempuan bukanlah hal yang mudah. Terlalu banyak yang harus dilakukan agar menjadi perempuan yang katanya adalah makhluk cantik. Tidak bisa hanya dengan berpangku tangan tanpa melakukan apapun untuk mempercantik diri.
            Katanya, perempuan yang cantik itu adalah perempuan yang cantik dari dalam, cantik hatinya. Namun pada kenyataannya berbanding terbalik, seakan hanya omong kosong dan hanya sebuah pernyataan penghibur hati bagi mereka yang tidak berwajah cantik, seperti aku. Terkadang merasa dibohongi oleh pernyataan tersebut. Pada kenyataannya, penilaian orang lain tak selalu melihat dari hati melainkan secara fisik. Terkadang, aku merasakan tersisihkan. Bukan terkadang tapi aku merasa selalu tersisihkan dari mereka yang katanya perempuan adalah seoarng makhluk yang cantik.
            Cantik itu katanya relatif. Itu hanya sebuah kalimat penghibur hati bagi mereka yang tidak beruntung memiliki kelebihan secara fisik, untukku juga. Bukan maksud tak bersyukur dan mengingkari apa yang Tuhan berikan. Meski terkadang hati tak mau tahu dengan apa yang orang-orang katakan namun apa daya jika radar seorang perempuan tak bisa ditandingi kepekaannya. Aku seakan tak peduli dengan orang yang katakan mengenai diriku, apalagi bersinggungan dengan fisik terutama soalnya ‘wajah cantik’ dan ‘penampilan menarik’. Mungkin bagi mayoritas lelaki itu adalah point penting. Mereka berlomba-lomba mengincar perempuan-perempuan dengan 2 point penting tersebut. Ada kebanggaan bagi mereka yang memiliki kekasih berwajah cantik dan berpenampilan menarik dan berlomba-lomba untuk memamerkannya pada siapapun yang meihatnya. Aku tak pernah bisa menang dalam hal itu, aku kembali tersisihkan dan semakin terpuruk seperti the beast atau mungkin seperti shrek.
            Keceredasan atau kebaikan hati jarang dilihat oleh mereka yang merasa menjadi seorang lelaki yang mempunyai segalanya. Mungkin mereka lebih memilih mempunyai perempuan yang cantik, menarik tapi bodoh bukan perempuan yang biasa saja, penampilan juga biasa saja tapi cerdas dan hati yang baik. Wajar saja karena kecerdasan dan hati yang baik tidak bisa terlihat secara nyata. Ini kenyataan yang tidak bisa terlepas dari putaran dunia.
            Setiap manusia tidak bisa melihat dari sudut pandang yang sama. Secara mayoritas melihat dari mata. Secara minoritas melihat dari hati. Aku adalah salah seorang bagian dari minoritas. I’m minority. Terkadang ada rasa ingin mengundurkan diri darinya karena mungkin dia terlalu jauh dariku. Dia terlalu memiliki segalanya, terlalu berbanding jauh. Aku tidak cantik dan tidak menarik. Aku perempuan biasa saja. Mungkin jika suatu saat nanti aku semakin tidak menarik sebagai perempuan, ia akan meninggalkanku. Mungkin saja. Menjadi perempuan bukan hal yang diinginkan oleh semua orang. Jika saja aku ketika dilahirkan aku bisa memilih ingin menjadi apa, lebih baik menjadi lelaki. Terlalu rumit untuk menjadi perempuan.

Selasa, 4 Juni 2013
20:23

Rahasia-Rahasia


The secret. Rahasia. Apa yang tak kamu ketahui dan tersimpan. Setiap insan memiliki sebuah rahasia yang terpendam dan tidak ada seorangpun yang mengetahuinya. Menyimpannya dengan baik dan rapi.
Rahasia selalu memancing rasa ingin tahu. Begitu pula mengenai rahasia di masa depan. Sesungguhnya, pada awalnya aku tak pernah ingin tahu mengenai sebuah rahasia di masa yang akan datang nanti. Namun akhir-akhir ini rahasia masa depan sedikit demi sedikit telah terungkap dan benar adanya. Semua yang ditunjukkan yang dulu tak pernah aku percayai, kini terwujud dihadapan mata.
Bukan hanya persoalan cinta namun persoalan kehidupan di masa yang akan datang. Entahlah, semuanya terasa aneh. Sesungguhnya tidak akan menjadi kejutan jika rahasia di masa depan telah terungkap di kehidupan sekarang. Tetapi ambil sisi baiknya, segala kemungkinan terburuk yang telah aku ketahui bisa menjadi kuda-kuda untuk mempersiapkannya dan menerima segala sesuatu yang menyakitkan, seperti perpisahan. Aku selalu membenci perpisahan.
Rahasia. Persoalan yang tak akan ada habisnya jika terungkap. Selalu menyisakan rasa keingintahuan lebih dalam meski telah terungkap. Beberapa pengakuan telah dilakukan. Itu hanya rahasia kecil. Akankah ada rahasia yang takkan terungkap? Ya, tentu ada. Jika mulut dan hatimu terkunci. Tak bicara.

29 Mei 2013
13:39

Sunday, May 12, 2013

Berhenti Bertanya Mengapa


Perasaan aneh itu muncul lagi. Begitu kalut. Entah apa yang dirancakan Tuhan di dalam otakku. Mengapa aku sering kalut? bukan hanya mudah jatuh cinta tapi mudah jatuh kalut. Terkadang dengan hanya memikirkan masalah orang lain pun aku bisa jatuh kalut atau dengan menonton acara televisi ‘orang pinggiran’ yang menceritakan tentang orang-orang yang jauh dari beruntung, aku bisa kalut hingga meneteskan air mata. Sepertinya berlebihan tapi aku benar-benar memikirkan mereka yang berada di bawah naungan masalah besar. Aku menganggapnya sebagai cara bersyukur, bahwa hidupku yang sulit nampaknya tak sesulit hidup mereka.
Kalut kali ini lain. Pernah terjadi saat aku ingin menghilang, pergi sendirian dan mematikan ponselku seharian juga tak ingin berkomunikasi dengan siapapun. Tiba-tiba saja malam ini aku ingat dosa-dosa yang telah aku perbuat. Aku tak menghitungnya karena tak akan cukup dalam hitungan cari. Mulai dari lalai menempati solat 5 waktu hingga mengumpat teman.
Mungkin jika umat lain dengan pengakuan dosa bisa menghapus dosa-dosanya. Bagiku dan umat sesamaku hanyalah bertaubat pada Allah dan tidak mengulanginya lagi. Meski tak menghapuskan semua dosa, setidaknya beban masuk neraka nanti akan dikurangi.
Pola hidupku mulai kacau. Cita-cita yang pasti sudah mulai meruntuh. Ambisi telah memudar juga harapan-harapan kecil sudah menipis. Rasanya semangatku sudah mulai meluntur dan aku sadar itu. Tak ada gairah yang bisa membangkitkan itu. Mewujudkannya terasa sulit bangkit. Jatuh kalut membuatku merasa tersisihkan dari calon-calon manusia bergelimang materi, pintar dan mudah menggapai apapun yang diinginkan. Ibu pernah bilang bahwa aku terlahir dengan tidak selalu cepat mendapatkan sesuatu yang aku inginkan dan aku ditakdirkan untuk selalu berusaha dan kerja keras. Aku tahu betul apa maksud Ibu. Terkadang aku termenung tertunduk, mengapa aku tak seberuntung mereka? Teman-temanku yang dengan mudah bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan, fashion yang branded dengan harga melangit, gadget terbaru dengan teknologi yang semakin canggih. Pernah terlintas, mengapa aku tak seperti mereka? Mengapa aku tak bisa seperti mereka? Jawabannya, berhentilah bertanya mengapa. Itu lebih baik.
Perkataan ibu adalah doa. Aku menceritakan bagaimana teman-temanku dengan gaya hidup mewah, hampir setiap hari makan di cafĂ© mahal, mengendarai mobil yang layak dan mahal juga bergonta-ganti pakaian, sepatu hingga tas setiap bertemu dengan brand yang mahal pula. Ibu hanya tersenyum dan mengusap punggungku, lalu ia berkata “sabar, mungkin keberuntunganmu akan dibawa oleh suamimu nanti” dan percaya atau tidak, itu sangat menenangkan. Sungguh. Setelah itu, ibu selalu menyuruhku untuk menonton acara ‘orang pinggiran’. Benar saja, dengan menonton acara tersebut membuatmu lebih bersyukur. Jika hidupmu selalu melihat ke atas, niscaya hidupmu tak kan bahagia.
Adakah kekalutan yang bisa membuat bahagia? Ada, boleh kalut kemudian bersyukurlah pada Tuhan.

Minggu, 12 Mei 2013
01:57

Monday, May 6, 2013

Jangan Jauh Nanti Jatuh


Aku meng-iya-kan pada sebuah kutipan di quotes of tumblr “Jangan jatuh pakai hati, jangan cinta sampai mati”. Ketika kamu sudah jatuh pakai hati dan lagi-lagi jatuh terlalu dalam maka janganlah cinta sampai mati. Itu akan terasa menyakitkan juga menyedihkan bila tidak ada timbal balik yang sama dari pasangan.
Begitupun yang dikatakan Zarry Hendrik, “Jika ia memperlakukanmu dengan buruk dan kau tetap tak bisa lepas darinya, mungkin kau hanya mencanduinya, bukan mencintainya” seakan ada bisikan yang membuatku mengangguk dan berkata setuju dengan apa yang diungkapkannya. Apakah ia memperlakukanku dengan buruk? Tidak. Dia memperlakukanku dengan baik. Sangat baik tapi entahlah jika ia sedang di belakangku. Aku tak tahu.
Seperti sebuah tamparan. Aku terhentak membaca beberapa potong kalimat tersebut. Apakah benar? Tetapi perasaanku mengatakan, iya. Namun semoga tidak, ini hanya perasaanku yang terlalu peka hingga terjadi kecurigaan. Hhmm....
Detak jantungku kencang lagi, sakit terasa hingga sela jerami. Nafasku memendek. Selalu seperti ini. Bosan merasakan kalut yang sama.
Aku berpikir, mungkin ini adalah sebuah pembalasan yang tidak disengaja. Bukan darimu atau dari dia tetapi dari-Nya. Agar aku merasakan rasanya seperti ini. Merasa dibohongi dan dicurangi. Hal yang sangat buruk.
Terkadang ada saatnya aku tahu dan peduli dengan hal yang ada di belakangnya sebelum aku. Namun jika melihat terlalu jauh, aku akan jatuh.
6 Mei 2013
00:13

Thursday, May 2, 2013

Mendalami Sebuah Pemikiran


Dia mengatakan, “Saya tahu ketika kamu sedang baik-baik saja atau tidak” 
Dalam hati aku salto jungkir balik hingga lompat tali. Berarti selama ini apa yang aku lihat tidak seperti apa yang aku pikirkan. Manusia satu ini misterius. Terkadang membingungkan. Seringkali sulit berdialog serius tetapi tiba-tiba saja mengeluarkan sepotong kalimat pendek tapi mendalam, seperti “Hidupku bukan cuma tentang cinta”. Namun saat berdialog tentang hal konyol, dia lebih menyenangkan. 
Pemikirannya aneh tapi membuatku ingin mendalaminya. Aku harus menggalinya perlahan. Waktu yang akan menggali pikirannya yang sempit tapi mendalam. 

1 Mei 2013
Rabu Malam