Getaran. Satu getaran muncul
tiba-tiba tanpa diduga. Getaran lain. Getaran aneh yang sudah lama tidak pernah
aku rasa. Aku sesekali menemui matanya dengan jarak yang tak begitu jauh, tak
begitu dekat. Kami berhadapan hampir setiap hari tetapi aku hanya menemui
matanya karena mata kita tidak saling bertemu.
Beberapa
pesan sudah aku titipkan pada sebuah sendok. Entah sudah beberapa pesan yang
aku kirimkan padanya dan entah ia menyadarinya atau tidak. Ini bukan hanya sebuah
pesan biasa. Ini pesan getaran. Sejak awal menemui matanya, aku begitu ingin
saling berkata dengannya tetapi mulut terkunci dan membeku.
Pernah
sekali mata kita saling bertemu, itu pun sesuatu yang tidak disengaja. Sebuah
pintu yang aku buka untuknya, ini hal biasa tapi sepasang mata kita bertemu
hanya beberapa detik saja dan kami saling menatap, saling terdiam, dan saling
berlalu.
Jika
aku ingin menemui matanya lagi, apakah harus aku menunggunya di balik pintu? Mulutku
tak kuasa untuk berkata. Hanya sebuah sendok yang bicara.
Kamis, 7 November 2013
22:12
No comments:
Post a Comment