Saturday, November 9, 2013

Dongeng Si Perempuan Pemaki dan Laki-Laki yang Berbohong

Semalam matahari datang kemudian pergi lagi dan kembali mengguyur kepalaku dengan teriakan petir dan hujan badai. Entah kapan matahari akan tinggal dan bertahan. Jika harus aku mengungkapkan bagaimana seseorang bisa tetap tinggal atau pergi dari masa lalunya, maka aku akan bicara.
 Seorang perempuan memaki-maki dan melontarkan emosinya padaku karena merasa bahwa kekasihnya kembali dekat denganku yang merupakan mantan kekasih dari lelaki tersebut. Aku menanggapi laki-laki tersebut hanya sebagai candaan di sosial media karena aku tahu bahwa ia mengaku telah putus dan tidak berhubungan lagi dengan wanita tersebut. Namun perempuan itu mengaku masih berhubungan dan berstatus sebagai pacar laki-laki tersebut.
Aku hanya kebingungan, sebetulnya siapa disini yang berbohong? Seorang perempuan yang memaki atau lelaki yang mengaku tak ada hubungan lagi dengan si perempuan pemaki? Ini hanya persoalan harga diri. Semua orang yang tidak tahu akan menilai aku seperti perempuan tidak tahu diri, namun jika mengetahui apa yang sebenarnya terjadi apakah mereka masih akan mengatakan aku masih tidak tahu diri dan terjebak masa lalu? Mungkin si perempuan pemaki itu tidak menerima jika kekasih yang telah putus denganya ternyata masih peduli dengan mantan kekasihnya atau laki-laki itu berbohong padaku jika ia telah putus dengan kekasihnya dan kembali mengumbar rayu yang telah dihalangi oleh perisai.  
Terjebak masa lalu hanya hal dangkal yang membuat hidupmu kembali mundur di belakang. Aku perempuan yang tak pernah ingin terjebak atau dijebak oleh masa lalu.
Untuk perempuan pemaki, harga diriku tidak bisa kamu injak seenaknya. Aku tak ingin mengurusi urusan dangkalmu dan laki-laki yang sudah tidak mengakuimu sebagai kekasihnya lagi. Jika memang kamu masih ingin laki-lakimu mencintaimu, kendalikan emosimu dan jangan memperlakukan laki-lakimu seakan bisa berada dibawah ketiakmu. Perilaku baikmu sebagai perempuan ada dimana, Nona?
Untuk laki-laki yang tidak mengakui hubungan dengan kekasihnya, jika memang dirimu berbohong, lidahmu tak lebih tajam mata pisau. Lidahmu membuatku harga diriku di injak oleh perempuan pemakimu, Tuan!
Apa aku harus membongkar soal kebohongan setiap orang yang aku ketahui? Tidak, aku memang tidak memaafkan bagi mereka yang berbohong dan membohongiku. Aku hanya berlaku sopan.

Sabtu, 9 November 2013

15:36

No comments:

Post a Comment