Saturday, September 15, 2012

Sabtu tak Harus Berkencan.

Kepulan asap sabtu ini cukup mencekik kerongkonganku. Rasanya sudah tak cocok lagi bergelut dengan batang tembakau ini namun pikiran sedang terbuka dengan sesekali hisapan.
Aku tak keluar malam ini karena isi dompetku memaksa untuk tak kemana-mana. Berhadapan dan berbicara dengan layar datar memang lebih asyik bagi yang sendiri seperti aku. Klise, seakan mengalihkan perhatianku yang sedang tak ingin memikirkan apa-apa termasuk memikirkan kamu karena kamu sudah tidak cocok lagi untuk mengendalikan pikiranku.

15 September 2012
20:31


Wednesday, September 12, 2012

Bahagia


Perlu ada introspeksi dari diri sendiri. Ternyata sifat burukku tak lebih baik dari dirinya. Seharusnya dari dulu aku berkaca, apa yang kurang dariku bukan apa yang kurang darinya. Terkadang manusia hanya melihat sisi buruk seseorang dan itu nyata, aku yang rasakan. Lepas darinya banyak pembelajaran diri untukku juga hidupku.
Aku merasa ada yang tidak beres dengan diri aku sendiri. Sedikit demi sedikit aku menyadari itu dan memang, tidak ada yang mengerti sifatku sendiri selain diri sendiri bahkan untuk memahami sifat sendiripun itu sulit. Menerima apa yang sudah aku miliki itu juga sulit. Manusia memang terkadang lupa bersyukur.
Semua yang aku lakukan akhir-akhir ini memang terlalu terburu-buru. Aku tidak mau dibilang lamban dan tidak memiliki yang namanya sikap. Dulu aku memang tak pernah bisa mengambil sikap dan keputusan tanpa ke-plinplan-an. Perubahan yang aku lakukan memang terlalu cepat dan ‘gak santai’ tapi itu aku lakukan untuk mencari apa yang namanya bahagia.
Bahagia itu aku yang rasa, bukan kau ataupun dia. 

Agustus 2012

Aku dan Kamu


Aku dan kamu itu manusia. Aku dan kamu itu lelaki dan perempuan. Hanya perempuan yang tidak tahu rasa jika detik-detik dan jam-jam itu dianggap suatu kehambaran. Aku perempuan yang penuh rasa dan kamu sebagai lelaki itu memintaku tak jatuh terlalu dalam. Sudah terlanjur, aku perempuan yang sudah kamu bawa jatuh semakin dalam.
Tetapi,
Mungkin pada akhirnya rasa itu akan hilang dengan sendirinya. Suatu saat rasa itu akan menjadi air tak bermuara. Tanpa tujuan, mengalir terbawa arus dan pergi. Jika benar rasamu terjalin juga seperti aku, mungkin rasa itu tak akan ada jawaban yang sama. Hubungan tanpa harapan, cita dan masa depan, itulah aku dan kamu.

4 September 2012
21:22

Cerita pada Pelangi dan Bulan


Aku ingin berbicara pada pelangi yang sesekali datang bahwa aku masih dan tetap mencintaimu karena jika datang lagi setelah hujan, ia akan datang padamu dan menyampaikan ceritaku melalui indah warnanya. Seindah warna pelangi seindah cerita tentangmu dan rindu.
Namun,
Jika aku harus berbicara pada bulan, ia akan menunjukkan ceritaku tentangmu setiap malam dalam gelap.  Jika mungkin kau mengetahui ceritaku tentangmu dari bulan, ia akan bercanda tawa dengan kesepian karena aku merindumu bukan karena aku sendiri tetapi aku masih dan tetap mencintaimu.

4 September 2012
21:03

Friday, September 7, 2012

Pilihan


Ketakutan pergi dengan sedetik waktu
Keraguan mengintaiku hingga tanpa arah
Pilihan hanya bagian hidup yang harus dijalani
Tak akan ada jawaban jika hanya membisu
Bila aku berlari, adakah jalan keluar untuk itu?
Sentuhan itu akan pergi jika aku terdiam
Seharusnya memang tak perlu ada pertanyaan
‘mengapa aku harus memilih?’
Jawablah dengan kesetiaan.

Bandung, 15 agustus 2012
00:30

Thursday, September 6, 2012

Tidur, Mimpi dan Kamu


Mimpi kemarin menyelimuti tidurku
Detik-detik rindu tahu perasaan itu
Tak mungkin jika terus aku ingkari
Seutuhnya cinta itu masih dan selalu ada
Tak mati meski aku tak menanti
Hanya bisa mencarimu dalam malam
Dan aku menemukanmu dalam tidur
Terbangkan aku ke bulan malam ini
Agar bintang bisa menjemputku lagi
Aku rindu terdiam bersamamu dalam tidur
Salamkan kembali rindu ini, mimpi!

4 September 2012
20:38

Selamat 22 Tahun!


Usiaku hari ini menginjak ke tahun 22. Selama 22 tahun pula sudah sedikit banyak memberikanku pelajaran hidup. Hidup bukan hanya sekedar cinta dan materi. Itu hanya pohon faktor dari kehidupan. Apapun yang diproritaskan dalam hidup, tujuannya tetap sama yaitu bahagia.
Aku tak meminta banyak pada-Mu Tuhan untuk usiaku yang semakin mendewasa ini. Mungkin doa-doaku setiap harinya telah Engkau dengarkan dan aku yakin doa-doa itu akan Engkau wujudkan. Tetaplah berdoa dan bersabar karena aku yakin ‘suatu saat’ itu akan tiba. Tunggulah.
Kebahagiaan itu memang terwujud dari diri sendiri dan hanya diri sendiri yang bisa merasakannya. Namun manusia kadang lupa mengenal kepuasaan. Akupun terkadang begitu. Masa-masa sulit menuju usia 22 tahun cukup sudah aku rasakan dan aku tak ingin merasakannya ataupun mengingatnya kembali. Masa-masa itu adalah masa-masa aku gagal mendapatkan kebahagiaan.
Tuhan,
Aku tak inginkan apapun. Aku hanya ingin bahagia, Tuhan!




30 Agustus 2012