Monday, October 7, 2013

Bukan Cerita Seorang Pecundang

Mengintip awan dari celah jendela. Sedikit ia intip, ia bukan seorang yang empunya nyali besar melihat luasnya atap semesta. Biar orang berkata apa, ia tak pernah peduli, seorang pecundang yang tak siap melihat nyatanya kenyataan. Dirinya tahu langit Tuhan begitu terhampar luas. Umpama debu yang mudah dihempas, ia merasa terhempas. Aku ingin memapahnya menjalani jalan berkelok, bukan jalan yang lurus, jalan lurus hanya untuk pecundang yang membosankan. Membawanya pada dunia fana dan mengantarkan dirinya pulang pada riuh sorak bahagia. Abaikan saja gunjingan dan tawaan mereka yang tak miliki impian, keinginan mereka hanya menjadi hartawan saja yang ketika mati pun harta tidak akan menjadikannya sebagai ahli surga. Hidup di dunia bukan hanya soal rupiah. Rupiah hanya genggaman pasir yang bisa didapatkan dan mudah terlepas. Apa artinya hidup bila mimpi masih berada dalam lelapnya tidur?
Nobody can’t stop her dream. No one can’t stop my dream.

Rabu, 2 Oktober 2013

22:25

No comments:

Post a Comment