Monday, September 2, 2013

Thanks God, I’m 23 and Be Bachelor

1 tahun, 12 bulan, 365 hari berlalu bagai angin yang berlari. Setahun kemarin promblema hidupku berbeda dengan tahun ini, semakin berwarna meski ada yang tetap sama. Beban hidupku bertambah meski masalah berkurang. Hidup seimbang itu tidak mudah tetapi juga tidak sulit.
1 tahun yang lalu, usiaku masih 22 tahun, the twins number. Setahun melangkah ke depan memang terasa begitu cepat, bagai angin yang menyambar api dan membakar hebat apapun yang ada di sekitarnya. Perjuangan hebat menuju angka 23.
1 tahun berlalu bersama skripsi membawaku menjadi seorang sarjana. Ya, seorang sarjana sastra. Pahit manis asam berkuliah memperjuangkan sebuah gelar tidak ada yang mudah, semua hal baik atau buruk pernah mencapai titik jenuh, titik jatuh, titik klimaks yang berjalan beriringan mencapai satu hal tujuan yang dinamakan titik klimaks. Suatu berkah di angka 23 bertepatan dengan keberhasilanku sebagai seorang mahasiswa yaitu lulus tepat waktu dan tepat pada waktunya.
1 tahun kemarin, Tuhan memberikan kesakitan luar biasa. Hati tak kuat menahan apapun masalah yang dihadapi, tetapi tahun ini saatnya menemui sebuah auflarung. Sebuah pencerahan untuk membuka gerbang kehidupan sebenarnya, menjalani dan belajar menjadi dewasa. Terimakasih Tuhan. Semoga senyuman-Mu tak akan berhenti menyimpul padaku.
Pada angka 23 tahun ini, aku mendapat 3 kejutan, 3 kue tart, dan 3 hadiah. Ini adalah bukti bahwa Tuhan masih ingin tersenyum padaku. Seorang sahabatku, Ica yang sudah kuanggap seperti adik kecilku meski tubuhnya lebas besar dariku, ia mendatangi rumahku tepat pukul 2 malam saat mata terpejam lelap dan membawakanku blackforest. Bahagianya hidupku. Akupun tertidur kembali dan mendapati kekasihku, Fajar, mengetuk pintu pukul 9 pagi dan membawakanku pula blackforest dan sebuah kado berbalutkan kertas berwarna peach bergaris merah yang berisi sebuah tas Flashy yang berukuran besar. Lengkaplah kebahagiaanku. Dua hari berlalu, kedua sahabatku yang sudah seperti 2 saudari kandungku, Vina dan Ita mereka mendatangi rumahku pukul 10 malam bersama kedua sahabatku sejak SMA Ebi dan Doni. Tiramisu dikelilingi cahaya lilin warna-warni menerangi gelapnya malam saat itu, tak lupa mereka membawakan 2 hadiah untukku, sepasang wedges cantik berwarna coklat bermotif ethnic dan tas Zara berwarna baby pink. Kebahagiaanku sempurna.

Rangkaian doa yang bertaburan mungkin hanya sebuah basa-basi dan sekedar pelengkap ucapan namun bagiku tidak, aku benar-benar meng-amien-kan semua doa. Dari mulai doa selalu sehat hingga doa agar bisa bertemu di puncak kesuksesan karier dan tentu saja doa cepat menikah tak mungkin lupa diucap. Tuhan, kabulkanlah setiap doa mereka, doa ibuku, kedua saudariku, doa sahabat-sahabatku, dan semua doa yang terucap dari setiap mulut umat-Mu. Sekali lagi Tuhan, terimakasih Engkau masih ingin mengembangkan senyum-Mu padaku.








 Senin, 2 September 2013
 00:15

No comments:

Post a Comment