1 tahun, 12 bulan, 365 hari
berlalu bagai angin yang berlari. Setahun kemarin promblema hidupku berbeda
dengan tahun ini, semakin berwarna meski ada yang tetap sama. Beban hidupku
bertambah meski masalah berkurang. Hidup seimbang itu tidak mudah tetapi juga
tidak sulit.
1 tahun yang lalu, usiaku masih 22
tahun, the twins number. Setahun
melangkah ke depan memang terasa begitu cepat, bagai angin yang menyambar api
dan membakar hebat apapun yang ada di sekitarnya. Perjuangan hebat menuju angka
23.
1 tahun berlalu bersama skripsi
membawaku menjadi seorang sarjana. Ya, seorang sarjana sastra. Pahit manis asam
berkuliah memperjuangkan sebuah gelar tidak ada yang mudah, semua hal baik atau
buruk pernah mencapai titik jenuh, titik jatuh, titik klimaks yang berjalan
beriringan mencapai satu hal tujuan yang dinamakan titik klimaks. Suatu berkah
di angka 23 bertepatan dengan keberhasilanku sebagai seorang mahasiswa yaitu
lulus tepat waktu dan tepat pada waktunya.
1 tahun kemarin, Tuhan memberikan
kesakitan luar biasa. Hati tak kuat menahan apapun masalah yang dihadapi,
tetapi tahun ini saatnya menemui sebuah auflarung.
Sebuah pencerahan untuk membuka gerbang kehidupan sebenarnya, menjalani dan
belajar menjadi dewasa. Terimakasih Tuhan. Semoga senyuman-Mu tak akan berhenti
menyimpul padaku.
Pada angka 23 tahun ini, aku
mendapat 3 kejutan, 3 kue tart, dan 3 hadiah. Ini adalah bukti bahwa Tuhan
masih ingin tersenyum padaku. Seorang sahabatku, Ica yang sudah kuanggap
seperti adik kecilku meski tubuhnya lebas besar dariku, ia mendatangi rumahku
tepat pukul 2 malam saat mata terpejam lelap dan membawakanku blackforest. Bahagianya hidupku. Akupun
tertidur kembali dan mendapati kekasihku, Fajar, mengetuk pintu pukul 9 pagi
dan membawakanku pula blackforest dan
sebuah kado berbalutkan kertas berwarna peach bergaris merah yang berisi sebuah
tas Flashy yang berukuran besar.
Lengkaplah kebahagiaanku. Dua hari berlalu, kedua sahabatku yang sudah seperti
2 saudari kandungku, Vina dan Ita mereka mendatangi rumahku pukul 10 malam bersama
kedua sahabatku sejak SMA Ebi dan Doni. Tiramisu dikelilingi cahaya lilin
warna-warni menerangi gelapnya malam saat itu, tak lupa mereka membawakan 2
hadiah untukku, sepasang wedges
cantik berwarna coklat bermotif ethnic
dan tas Zara berwarna baby pink.
Kebahagiaanku sempurna.
Rangkaian doa yang bertaburan
mungkin hanya sebuah basa-basi dan sekedar pelengkap ucapan namun bagiku tidak,
aku benar-benar meng-amien-kan semua doa. Dari mulai doa selalu sehat hingga
doa agar bisa bertemu di puncak kesuksesan karier dan tentu saja doa cepat
menikah tak mungkin lupa diucap. Tuhan, kabulkanlah setiap doa mereka, doa
ibuku, kedua saudariku, doa sahabat-sahabatku, dan semua doa yang terucap dari
setiap mulut umat-Mu. Sekali lagi Tuhan, terimakasih Engkau masih ingin
mengembangkan senyum-Mu padaku.
00:15






No comments:
Post a Comment