Hanya bisa tersenyum kecil simpul. Bukan senyum yang
membahagiakan bukan pula senyum yang biasanya terpasang di bibir. Like a fake smile, no matter. Sometimes as
people, I must hiding a disappointment. Reality so suck and be hurt. Ouch!
Jangan berpikir hidupku sesedih itu. Hidupku segalau itu. Aku
hanya mengekspresikan kekecewaanku seperti ini. Bolehkah aku kecewa? Aku pun
manusia. Bisa kecewa kapan saja. Bisa kecewa karena hal apa saja. Bisa kecewa
karena siapa saja. Bahkan kecewa karena hal yang tidak kita ketahui.
Jangan menggantungkan harapanmu pada manusia, begitulah yuang
pernah dikatakan oleh seseorang. Sepotong kalimat itu ketika dipahami, ternyata
benar. Harapan bukan untuk digantung tetapi harus diraih dan diwujudkan karena
harapan pun butuh kepastian.
No expectations, no
disappointments. Tidak
ada keinginan, tidak ada kekecewaan. Terkadang aku terlalu takut untuk
menghadapi masa depan. Keinginan, harapan dan citaku terlalu tinggi namun aku
membatasinya dengan rasa pesimisku. Bukan seorang yang ambisius membuatku takut
jika ekspektasiku tak tercapai.
Aku ingin seperti ini. Aku ingin seperti itu. Aku ingin dia
melakukan ini. Aku ingin dia melakukan itu. Hal dangkal membuatmu terjebak dalam
labirin keegoisan. Mengalahkan ego diri sendiri itu memang sulit tetapi menahan
diri adalah hal yang lebih sulit.
Jadi, bersiaplah menerima keinginan yang tak selalu sejalan
dengan kenyataan.
Senin,
19 Agustus 2013
17:16
No comments:
Post a Comment