Friday, February 15, 2013

Sewa Raga Anak Manusia


Katanya, “kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda”, apa kamu setuju dengan itu? Aku sebagai anak manusia juga sebagai makhluk ciptaan Engkau yang Maha Esa berada di bumi ini, berpijak di atas tanah-Mu ini juga menyewa raga yang Engkau pinjamkan dengan bayaran yang sesungguhnya mudah untuk melakukannya namun memang manusia terkadang lupa bersyukur dengan apa yang telah didapatkanya, ibadah.
Saat aku sedang dalam kandungan ibuku, aku dengan-Nya seakan bernegosiasi dengan kehidupanku yang akan datang namun Tuhan tetap menentukan perjalanan yang akan aku jalani. Tuhan sangat baik padaku, apapun yang aku pinta pasti Tuhan akan mengabulkannya namun Tuhan tentu tahu kapan waktu yang tepat untuk Ia berikan padaku.
Tanah yang menjadi pijakan kakiku saat ini juga milik-Mu, Tuhan. Raga yang aku sewa ini sedang aku bayar cicilannya dengan ibadah namun terkadang perilakuku selalu melakukan hal lain diluar cicilan membayar sewa raga-Mu. Tak perlu aku sebutkan sebanyak apa perlilaku burukku yang mengingkari perjanjianku dengan-Mu saatku dalam kandungan. Terkadang Engkau marah padaku dan menyentilku sedikit. Aku sadar Engkau sedang kesal padaku namun ya begitulah manusia, aku pura-pura tak merasakannya padahal sudah banyak sesuatu yang Engkau ambil dariku.
Sentilan-Mu padaku ternyata berulang-ulang Engkau lakukan. Bukan hanya 1 sesuatu yang berharga hilang dari kehidupanku bhkan 2, 3, 4 dan masih ada yang lainnya. Aku segera tersadar, aku menyerah dan aku tak berdaya sebagai anak manusia. Aku merasa gagal menjadi makhluk-Mu. Aku ingin selalu ada dijalan-Mu dan terhindar dari segala apapun yang akan menjerumuskanku di kehidupan yang abadi nanti karena ibadah yang aku lakukan tak mencukupi biaya sewa raga yang Engkau pinjamkan dulu.

Jumat, 15 Febriari 2013
15:33

No comments:

Post a Comment