Lari dari satu peristiwa yang tak ingin dikehendaki, tentu
bukanlah jiwa seorang kesatria. Hadapi, bicara, lakukan dan selesaikan. Nmaun
kali ini aku belum bisa menghadapi apa yang ada di depan mata. Aku memang lemah
tapi tak selemah saat ini, detik ini.Entah seberapa rapuh tonggak ini bisa
bertahan.
Aku ingin berlari tapi kau ingin berenang. Aku ingin menyanyi
tapi kau ingin menari. Aku ingin melayang tapi kau ingin melarang.
Seberapa kuatkah aku melangkah dengan keyakinan yang tidak
pasti? Seberapa hebatkah aku, jika aku tak merasakan sesakit setahun
kemarin? Seberapa lama lagi aku akan
menjadi kesatria bagi diriku sendiri?
Tak mampu jika aku harus menjadi kesatria baginya ataupun
bagi seseorang lain. Tuhan akan menentukan batas waktu yang tepat, siapa yang
lebih pantas menjadi kesatria.
Kamis,
21 Februari 2013
00:08
No comments:
Post a Comment