Friday, November 9, 2012

Sebagai Manusia


Jika memang harus aku membuat daftar kesalahan dan dosa, mungkin tangan-tangan ini tak akan mampu menuliskannya pada kertas-kertas pentaubatan. Kesadaran akan kesalahan yang telah diperbuat telah aku pahami dan renungi namun mengapa aku yang sebagai manusia tak bisa berhenti mengulai perbuatan yang Engkau benci? Apa memang manusia diciptakan untuk berbuat kesalahan pada-Mu?
Layakkah aku menjadi makhluk paling mulia diantara semua ciptaan-Mu? Manusia memang makhluk termulia yang Engkau ciptakan. Layak atau tidaknya aku yang sebagai manusia menjadi makhluk mulia hanya Engkau yang menilaiku.
Dosa apa lagi yang belum aku perbuat terhadap-Mu Ya Rabb? Terkadang mungkin Engkau memang kesal dan sedikit menyentilku dengan beberapa teguran agar aku selalu ingat kepada siapa yang menciptakanku. Aku memang merasa raga ini bukan milikku semata, ini raga-Mu yang Engkau sewakan padaku dan aku membayarnya dengan ibadah dengan ikhlas kepada-Mu. Sebagai manusia harusnya aku selalu tunduk pada yang menciptakanku tapi mengapa aku yang memang sadar siapa penciptaku masih sering lupa pada-Mu?
Jika aku mati esok hari, aku sangat belum siap Engkau mengambil nyawaku. Uang sewa raga dan ongkos menumpang hidup dunia belum aku bayar pada-Mu dengan penuh. Mungkin setengah uang-uang ibadahku belum cukup untuk membayarnya. Tak pernah bisa membayangkan bagaimana gelapnya ruang kubur sempit dan sendirian. Aku masih belum siap Engkau mengajakku kembali bersama-Mu Ya Rabb.
Aku sangat sadar Engkau sangat menyayangiku, terkadang harapan kecilku saja Engkau selalu mendengarkan namun sebagai manusia, aku adalah makhluk ciptaan-Mu yang tak tahu diri. Sampai kapan aku dihantui rasa bersalah pada-Mu, kedua orangtuaku, orang-orang tercintaku dan orang-orang terdekatku?
Sebagai manusia, aku akan membayar seluruh hutang kebaikan-Mu padaku Ya Rabb. Tegur aku jika aku selalu lupa pada kebaikan-Mu. Ampuni Aku!

9 September 2012
22:11

No comments:

Post a Comment