Jika memang
harus aku membuat daftar kesalahan dan dosa, mungkin tangan-tangan ini tak akan
mampu menuliskannya pada kertas-kertas pentaubatan. Kesadaran akan kesalahan
yang telah diperbuat telah aku pahami dan renungi namun mengapa aku yang
sebagai manusia tak bisa berhenti mengulai perbuatan yang Engkau benci? Apa
memang manusia diciptakan untuk berbuat kesalahan pada-Mu?
Layakkah aku
menjadi makhluk paling mulia diantara semua ciptaan-Mu? Manusia memang makhluk
termulia yang Engkau ciptakan. Layak atau tidaknya aku yang sebagai manusia menjadi
makhluk mulia hanya Engkau yang menilaiku.
Dosa apa lagi
yang belum aku perbuat terhadap-Mu Ya Rabb? Terkadang mungkin Engkau memang
kesal dan sedikit menyentilku dengan beberapa teguran agar aku selalu ingat
kepada siapa yang menciptakanku. Aku memang merasa raga ini bukan milikku
semata, ini raga-Mu yang Engkau sewakan padaku dan aku membayarnya dengan
ibadah dengan ikhlas kepada-Mu. Sebagai manusia harusnya aku selalu tunduk pada
yang menciptakanku tapi mengapa aku yang memang sadar siapa penciptaku masih
sering lupa pada-Mu?
Jika aku mati
esok hari, aku sangat belum siap Engkau mengambil nyawaku. Uang sewa raga dan
ongkos menumpang hidup dunia belum aku bayar pada-Mu dengan penuh. Mungkin
setengah uang-uang ibadahku belum cukup untuk membayarnya. Tak pernah bisa membayangkan
bagaimana gelapnya ruang kubur sempit dan sendirian. Aku masih belum siap
Engkau mengajakku kembali bersama-Mu Ya Rabb.
Aku sangat
sadar Engkau sangat menyayangiku, terkadang harapan kecilku saja Engkau selalu
mendengarkan namun sebagai manusia, aku adalah makhluk ciptaan-Mu yang tak tahu
diri. Sampai kapan aku dihantui rasa bersalah pada-Mu, kedua orangtuaku,
orang-orang tercintaku dan orang-orang terdekatku?
Sebagai
manusia, aku akan membayar seluruh hutang kebaikan-Mu padaku Ya Rabb. Tegur aku
jika aku selalu lupa pada kebaikan-Mu. Ampuni Aku!
9 September 2012
22:11
No comments:
Post a Comment